Thursday, 4 December 2014

INFORMASI LAPANGAN KERJA

Sepanjang sejarah lapangan kerja modern selalu terdapat dua sumber informasi lapangan kerja :
  • Sumber formal berupa iklan
  • Sumber informal dari individu tertentu dengan organisasi atau perusahaan yang bersangkutan.

Pada umumnya perusahaan memang memasang iklan dalam upaya mendapatkan tenaga kerja baru. Mass media biasanya merupakan sarana yang paling efektif untuk memasang iklan itu. Bagi para pencari kerja penting diperhatikan bahwa ada kalanya iklan itu ada yang bersifat jebakan belaka, dalam rangka mencari tenaga kerja wanita yang akan mereka manipulasi secara negatif. Karena itu para pencari kerja wanita harus hati-hati dalam memilih calon majikan.
       Pada masa lampau setiap iklan lapangan kerja biasanya memberi syarat bahwa calon pelamar pandai mengetik dan ahli dalam tata buku A dan B.
       Tetapi belakangan ini syarat-syarat itu sudah berubah. kini yang diperlukan adalah para calon karyawan/karyawati yang mampu berbahasa inggris, komputer, akuntansi. Hampir tak pernah lagi kita melihat persyaratan mengetik dan tata buku A dan B itu.

Faktor pendidikan dan keterampilan
       Sudah merupakan pengetahuan umum bahwa faktor pendidikan dan keterampilan sangat penting dalam persaingan-persaingan merebut lapangan kerja. Mereka yang sudah memperoleh pendidikan lebih tinggi biasanya mendapat peluang lebih banyak untuk mendapatkan pekerjaan dibandingkan dengan rekan-rekan mereka yang pendidikannya relatif lebih rendah. Bahkan pada sejumlah negara bukan hanya tingkat pendidikan melainkan juga universitas favorit turut menentukan. Di Indonesia mereka yang berhasil meraih pendidikan pada Universitas Indonesia dan Gajah Mada lebih berpeluang dibandingkan dengan rekan-rekan mereka yang hanya tamat dari universitas-universitas lain, meskipun dalam kenyataannya belum tentu kurang mutunya. Begitu pula mereka yang tamat Universitas dianggap lebih tinggi daripada tamatan akademi atau kursus. Kecuali itu akhir-akhir ini sangat menarik perhatian bahwa para tamatan universitas di negara-negara maju seperti Inggris, Prancis, Jerman, Amerika Serikat, Kanada dianggap lebih pintar dibandingkan dengan rekan-rekan mereka yang hanya tamatan universitas dalam negeri. Karena itulah banyak para pembesar dan orang kaya berlomba mengirim para putera puteri mereka untuk studi dipelbagi lembaga pendidikan manca negara dengan asumsi bahwa kelak anak-anak mereka akan mampu meraih ilmu pengetahuan dan keterampilan yang lebih baik, sehingga peluang mendapatkan lapangan kerja lebih mudah. Bahkan kadang-kadanmg anak-anak yang beruntung itu dikirim ke manca negara jauh sebelum mereka berhasil menamatkan SLTA.

Faktor Bahasa
        Setelah faktor pakaian dan penampilan, faktor bahasa pun sangat penting pula. dalam hal ini perlu diperhatikan susuna bahasa yang menarik, tata bahasa yang tepat, ucapan dan artikulasi yang tepat, intonasi dan tingkat kecepatan berbahasa yang normal, jangan bicara terlalu cepat dan jangan pula terlalu lambat.
       Untuk mencapai hasil optimal, sebaiknya sebelum kita melakukan wawancara yang sesungguhnya kita mengadakan latihan dengan seorang teman yang bertindak sebagai pewawancara dengan wawancara yang telah dipersiapkan terlebih dahulu.
       Untuk bahasa Inggris perlu diperhatikan benar ucapan yang digunakan apakah British Pronunciation atau American Pronunciation dan sebagainya. Namun akan lebih baik lagi jika terlebih dahulu kita ketahui bahasa Inggris apa yang bakal digunakan oleh calon pewawancara kita itu. Dan kita harus menyesuaikan diri dengan bahasa yang bakal dipergunakan.

Faktor Etiket
       Salah satu faktor yang sangat penting dalam kultur dan peradaban manusia adalah faktor etiket. Sudah diakui secara universal bahwa etiket merupakan kunci sangat utama bagi sukses atau gagalnya seseorang dalam pergaulan hidup. Banyak orang yang sukses dalam karir mereka disebabkan mampu melaksanakan etiket pergaulan hidup, meskipun ilmu pengetahuan dan keterampilan mereka sedang-sedang saja. Sebaliknya banyak sekali manusia yang gagal dalam karir mereka semata-mata karena tidak mempunyai etiket yang baik, kendatipun mereka memiliki ilmu pengetahuan dan keterampilan yang besar. Dalam upaya mencari lapangan kerja perlu dipelajari dan diperhatikan secara sungguh sungguh pelbagai macam etiket misalnya Etiket Indonesia, Etiket Barat, Etiket Jepang, Etiket Cina, dan seterusnya. Etiket yang kita gunakan harus sesuai dengan etriket pewawancara

No comments:

Total Pageviews